Yang Bisa Ambil Hati Pemilih Golput Bakal Menang

  • Whatsapp
Ilustrasi Pilkada. Foto Jawa Pos

WartaTangsel.co – Lembaga Kajian Politik Nasional (KPN) merilis survei seputar Pilkada Tangerang Selatan 2020 yang bakal berlangsung 9 Desember mendatang. KPN menyinggung soal suara golput alias tidak menggunakan hak pilihnya.

Direktur eksekutif KPN, Adib Miftahul mengatakan, angka golput diprediksi akan bertambah akibat pandemik COVID-19, yang diperkirakannya bisa mencapai 55 persen.

Read More

Menurutnya, angka golput yang tinggi justru bisa menjadi peluang besar bagi calon yang memiliki elektabilitas rendah.

“Pasangan calon yang bisa dalam tanda kutip mengalahkan angka golput, maka dialah yang akan memenangkan pertarungan ini,” kata Adib.

Dari ketiga bakal calon wali kota, Adib juga menilai bahwa Siti Nurazizah saat ini masih memiliki elektabilitas lebih rendah dari calon lainnya.

“Dari angka golput yang tinggi itu, jadi peluang besar buat calon dengan elektabilitas rendah seperti Azizah. Mau tidak mau, karena melihat dari basis pemilih di wilayah kampung-kampung Azizah tak ada harapan, maka dia harus berjuang untuk merebut suara golput,” kata Adib.

Berdasarkan survei KPN, tiga nama calon dengan tingkat popularitas tertinggi ialah Benyamin Davnie 72 persen, Muhamad 46 persen, dan Azizah 40,3 persen. Untuk tingkat liketabilitas, yang menduduki posisi tiga teratas adalah Benyamin Davnie 43 persen, Muhamad 30,8 persen, dan SNA 22,5 persen.

Sementara, tiga calon dengan elektabilitas tertinggi yaitu Benyamin Davnie 39,2 persen, Muhamad 25 persen, dan Azizah 21,5 persen.

Survei tersebut dilakukan kepada seluruh warga negara Indonesia di Tangsel yang memiliki hak pilih pada Pilkada 9 Desember 2020, yaitu mereka yang telah berusia 17 tahun atau sudah menikah saat dilakukan survei. Adapun sampel yang diambil sebanyak sebanyak 440 responden, dengan sampling of error 4,8 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Penarikan sampel dilakukan dengan Metode Multistage Random Sampling selama periode 17-24 Juli 2020 dengan quality control dilakukan secara acak sebesar 20 persen dari total sampel, melalui withness dan spotcheck.

“Dari survei yang sudah kami lakukan, angka golput memang sangat tinggi, namun ini masih bisa berubah menjelang waktu pemilihan nanti,” kata Direktur riset KPN Emily Syahir. (ya/idt)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *