Tangis Orangtua Pecah di Depan Peti Jenazah Pramugari Warga Pamulang

  • Whatsapp

WartaTangsel.co – Jenazah Isti Yudha Prastika, pramugari Nam Air yang jadi korban pesawat Sriwijaya Air SJ 182 tiba pukul 12.00 WIB, Sabtu (16/1). Jenazah langsung dibawa ke Masjid Nurul Hasanan Reni Jaya Pamulang, Tangsel.

Sang ayah, Udjang Usman menangis di depan peti jenazah anaknya. Air matanya pecah, hanya ucapan istigfar yang bisa diucapkan sang ayah.

Read More

Sementara sang ibunda Irianingsih tak kuasa menahan tangis. “Pengin ngeliat ade, pengin liat ade,” ujar Iriananingsih yang lepas dari pelukan untuk menghampiri peti jenazah sang anak.

Diberitakan sebelumnya, Isti Yudha Prastika merupakan warga Perumahan Reni Jaya, Jalan Sumatera 9 Blok K3/11, Pondok Benda, Pamulang, Tangerang Selatan, Banten.

Sebenarnya, Isti tercatat sebagai penumpang di penerbangan tersebut. Sebab, dia beserta 5 kru lainnya harus melakukan pekerjaan dengan pesawat Nam Air (anak perusahaan Sriwijaya Air) untuk terbang dari Pontianak, Kalbar.

“Statusnya Isti sebagai penumpang yang akan menggantikan shift temannya dari rute Pontianak-Jakarta. Makanya menumpang pesawat Sriwijaya rute Jakarta-Pontianak,” kata kakak korban Irfan Defrizon (37), Minggu (10/1/2021).

Irfan mengatakan, adiknya telah bekerja selama 16 tahun sebagai pramugari. Untuk di Nam Air baru tahun 2019 dan sempat dirumahkan akibat pandemi Covid-19.

“Kerja di pesawat dari usia 18-19 tahun, sekarang 35 tahun. Masuk di Nam Air baru 2019 dan langsung menjadi staf. Setelah beberapa bulan di rumahkan, keterima lagi di Nam Air dan terbang lagi,” jelasnya.

Dirinya mengaku mendapat kabar terkait pesawat Sriwijaya Air yang hilang kontak dari media online sekitar pukul 16.00 WIB.

Namun keluarga berharap agar adiknya tidak ada di pesawat yang masih satu group dengan perusahaan tempat adiknya bekerja.

“Habis bangun tidur siang lihat berita Sriwijaya Air hilang kontak saya langsung kepikiran adik saya saja. Mudah-mudahan bukan adik saya yang di dalam,” katanya.

“Ternyata sekitar pukul 17.00 lewat, abang saya ngabarin bahwa adik saya ada di dalam pesawat Sriwijaya yang jatuh,” sambungnya.

Mendengar kabar tersebut, Irfan langsung datang ke rumah orang tuanya untuk mengabari ibu dan ayahnya.(YA/PN)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *