Tanggapan Bawaslu Pusat soal Broadcast Wali Kota

  • Whatsapp
Ilustrasi Bawaslu

WartaTangsel.co – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI ikut memantau kasus permintaan data pegawai ASN dan non-ASN di lingkup Pemkot Tangerang Selatan. Kasus broadcast ini sempat viral beberapa hari terakhir.

Koordinator Divisi Hukum, Hubungan Masyarakat, dan Data Informasi pada Bawaslu RI, Fritz Edward Siregar saat ditemui wartawan di Kantor Bawaslu Tangsel, Selasa (30/6/2020) mengatakan, kasus tersebut sudah dibahas dengan Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu).

Read More

“Berdasarkan informasi yang saya dapat, bahwa Ketua Bawaslu Tangsel, Pak Acep, Sentra Gakkumdu sedang membahas dugaan pelanggaran tersebut,” tegasnya.

“Apakah ada dugaan pelanggaran pidana di dalam temuan tersebut? Apakah itu sebuah tindakan melanggar netralitas ASN? Apakah itu merupakan dugaan untuk pelanggaran pidana? Itukan harus dibahas, nanti dibuat dalam kajian, baru akan diputuskan melanggar undang-undang yang mana,” tambahnya.

Dikatakan Fritz, sesuai dengan surat yang dikeluarkan Permendagri yang dikeluarkan pada Januari 2020 dan UU 5 tahun 2014, PP 42 dan PP 10 itu jelas seorang ASN itu gak boleh mencondongkan diri dan melakukan proses pemihakan.

“Sudah jelas mengatakan bagaimana seorang ASN itu harus bersikap dalam proses pemilihan. Itu kan bagian dari netralitas yang diinginkan oleh seorang ASN. Sehingga itu lah salah satu dasar kenapa netralitas ASN itu menjadi dasar atau indikator untuk menyatakan bahwa sebuah daerah itu rawan atau tidak,” jelasnya. (ya)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *