Saraswasti Datangi Mapolres Tangsel Soal Kasus Pelecehan Seksual di Facebook

  • Whatsapp
Calon wakil walikota Tangsel Saraswati. Foto IG Saraswati

WartaTangsel.co – Rahayu Saraswati Djojohadikusumo memenuhi panggilan klarifikasi di Mapolres Tangsel, Selasa (17/11/2020). Terkait kasus pelecehan seksual pada sebuah grup Facebook Tangsel Rumah dan Kota Kita.

Saraswati bersyukur laporan pelecehan seksual cepat ditangani oleh penyidik Polres Tangsel. Dia melaporkan akun Facebook bernama Bang Djoel yang memposting foto hamil Saraswati dan menuliskan kalimat bernada pelecehan seksual.

Read More

“Ya tentunya kami bersyukur saja sebenernya bahwa penindakannya cukup cepat, jadi kami bisa memberikan sesuai apa yang sudah kami laporkan minggu lalu. Ini contoh mereka penyidik dari kepolisian menanggapi serius kasus seperti ini (pelecehan seksual) dan saya mengapresiasi,” terang Saraswati dikutip dari Akurat.

Disinggung mengenai siapa pemilik akun Bang Djoel yang sudah melecehkan dirinya, Saraswati menyerahkan semuanya ke penyidik Polres Tangsel.

“Tentunya harus kami tunggu dari penyidik hasilnya seperti apa, karena tentunya dari mereka yang memberikan bukti tersebut. Kami hanya melaporkan bahwa akun tersebutlah yang memposting,” tandasnya.

Sebelumnya, laporan Saraswati diterima Polres Tangsel dan tercatat dengan nomor TBL/1182/K/XI/2020/SPKT/Res Tangsel.

Bang Djoel diketahui, menyebarkan foto Saraswati yang diambilnya dari instagram pribadi milik Saraswati di grup facebook Tangsel Rumah dan Kota Kita.

Dalam unggahannya, Bang Djoel juga menuliskan kalimat bernada pelecehan seksual yang ditujukan ke Saraswati.

“Yg Mau Coblos Udelnya Silahkan.. Udel Dah Diumbar.. Pantaskah Jadi Panutan Apalagi Pemimpin Tangsel?,” tulis akun Bang Djoel.

Unggahan tersebut langsung viral dijagat media sosial dan membuat Saraswati geram.

Kuasa Hukum Saraswati, Maulana Bungaran menjelaskan, unggahan tersebut secara jelas ditujukan ke Saraswati dan memuat unsur pelecehan seksual, dengan kata-kata ‘coblos udelnya’.

“Itu foto hamil dari 5 tahun yang lalu. Kemudian kalimat itu ada lanjutan: ‘Yg Mau Coblos Udelnya Silahkan.. Udel Dah Diumbar.. Pantaskah Jadi Panutan Apalagi Pemimpin Tangsel?’ yang dikaitkan dengan Tangsel di mana Rahayu Saraswati saat ini mencalonkan diri sebagai Wakil Walikota nomor urut 1, maka materi ini juga bisa diduga sebagai kampanye politik hitam (black campaign) dan kampanye jahat. Akun itu bisa diduga kuat melakukan kampanye politik hitam berbasis pelecehan seksual terhadap Rahayu Saraswati,” jelas Maulana. (ya)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *