Hanya Punya Suket, 75 Ribu Warga Tangsel Belum Punya e-KTP

  • Whatsapp

WartaTangsel.co – Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Tangerang Selatan mencatat masih ada 75 ribu warga belum memiliki Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP). Alhasil, mereka hanya memegang surat keterangan alias Suket.

“Saat ini masih 75 ribu warga Tangsel memegang Suket atau belum memiliki KTP el,” kata Kepala Disdukcapil Tangsel Dedi Budiawan, Senin (3/2).

Read More

Dijelaskan dia, Direktorat Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil Kemendagri baru saja memberikan blangko e-KTP bagi seluruh daerah di Indonesia dengan pemilik Suket terbanyak.

“Jadi Tangsel termasuk daerah yang pemegang Suket-nya banyak, dan Tangsel akan segera menggelar Pilkada, maka diberikan 75 ribu blangko sesuai data Suket yang ada,” ucap dia.

Disdukcapil lantas menutup pendaftaran online yang dibuka di Januari kemarin. Selanjutnya melakukan mencetak e-KTP bagi warga pemegang Suket.

“Jadi nanti yang KTP el sudah tercetak, akan diumumkan di masing-masing kantor kelurahan, warga tinggal mengambil dengan menukarkan Suket lamanya,” kata Dedi.

75 ribu kuota Blangko e-KTP akan diserahkan ke Disdukcapil Tangsel secara bertahap. Dengan begitu, pencetakan e-KTP juga akan dilakukan sesuai kuota yang diberikan.

“Jadi kuota 75 ribu itu didistribusikan Kementerian secara bertahap, per 10 hari sebanyak 26 ribu Blangko. Target kami satu bulan Februari ini bisa selesai pencetakan KTP el untuk 75 ribu pemegang suket,” jelasnya.

Selanjutnya, jika 75 ribu warga Tangsel pemegang Suket telah memegang e-KTP, maka pencetakan e-KTP baru bisa dilakukan di kantor Dinas dan 7 kantor kecamatan se-Tangsel.

“Kalau tidak ada kendala teknis, seperti mati lampu dan sebagainya, Bulan Februari target 75 ribu ini selesai. Maka selanjutnya, warga pemohon KTP el baru bisa mencetak di kantor Kecamatan secara offline atau di Kantor Disdukcapil secara online, mungkin baru Bulan Maret bisa dilakukan,” ungkapnya.

Dedi menerangkan, pencetakan e-KTP di kantor kecamatan dibatasi hanya 100 per hari. Sesuai ketersediaan blangko, SDM dan alat cetak yang ada di kantor kecamatan.

“Kami baru punya 10 alat cetak KTP el. Di masing-masing kecamatan satu alat, dengan tiga orang petugas. Kalau di kantor dinas ada 3 alat dan 6 petugas. Kuota pencetakan di kecamatan hanya 100 pemohon perhari sesuai domisili kecamatan yang dilakukan secara offline pendaftarannya, kalau di kantor dinas 300 kuota per hari se-Tangsel dengan mendaftar online terlebih dulu,” ucap Dedi. (Merdeka)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *