Balap Liar di Sekitar ICE BSD, Polisi Sita Moge Bodong

  • Whatsapp

WartaTangsel.co – Jajaran kepolisian dari Polsek Pagedangan membubarkan kerumunan orang yang diduga hendak menggelar aksi balapan liar di sekitaran ICE BSD, Tangerang. Sebanyak 29 sepeda motor diamankan, salah satunya Motor gede (Moge) 1.000 CC merek Kawasaki Ninja ZX.

Aksi balapan liar kian diresahkan warga Pagedangan. Selain menggunakan knalpot yang bising, aktivitas itu kerap membahayakan para pengguna jalan lainnya. Bahkan terkadang saat memulai balapan, akses jalan ditutup sepihak oleh mereka.

Read More

Kapolsek Pagedangan, AKP Efri menerangkan, jika terakhir telah menahan 29 sepeda motor saat membubarkan kerumunan orang yang diduga hendak menggelar aksi balapan liar di ICE BSD. Terlebih, saat ini masih dalam status Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

“Ada 29 sepeda motor yang diamankan. Diduga mereka hendak melakukan balapan liar,” kata Efri kepada Okezone, Rabu (20/5/2020).

Menurut Efri, untuk membubarkan rencana balapan liar itu, pihaknya membentuk perencanaan matang. Yakni dengan melakukan penyekatan dari berbagai arah. Hingga akhirnya, beberapa tim terjun ke lokasi dan berhasil menggiring para pemilik kendaraan ke satu titik untuk diperiksa keseluruhan.

“Untuk mengantisipasi mereka kabur, ya kita buat perencanaan matang. Kita briefing dan bentuk beberapa tim untuk menyekat mereka dari kedua arah. Sehingga berhasil kita giring ke satu titik,” imbuhnya.

Pengendara yang tidak bisa menunjukkan kelengkapan surat, sepeda motornya langsung diamankan dan dibawa ke Mapolsek Pagedangan. Sempat terjadi ketegangan, saat salah satu pemilik Moge Ninja 1.000 CC diperiksa STNK-nya.

“Ada satu kendaraan yang sedang dicek STNK-nya ini, sedang didalami oleh anggota kita. Karena untuk membuktikannya harus dicek ke Polda, saat ini masih didalami,” jelasnya.

Saat pendataan di lokasi, pengendara Moge berinisial MZ sempat bersitegang dengan Kanit Lantas Polsek Pagedangan, Ipda Rahmat Gunawan. Pengendara Moge 1.000 CC itu membantah jika surat STNK kendaraannya palsu, lantaran mengklaim memiliki juga BPKB asli. Namun setelah didesak, akhirnya MZ mengakui bahwa dia membeli motor secara daring (online) tanpa kelengkapan BPKB.

“Saat mengecek STNK itu saya langsung tahu bahwa itu palsu, karena ada ciri-ciri yang berbeda. Dan saat didesak, barulah dia mengaku beli murah secara online seharga Rp140 juta, karena kalau pasarannya seharga Rp300 jutaan,” tutur Ipda Rahmat Gunawan ditemui Okezone.

Dilanjutkan dia, dari pengakuan MZ diketahui jika dia memang tertarik dengan Moge Ninja 1.000 CC. Sehingga begitu ada yang menjual murah di bawah harga pasaran, MZ langsung membelinya dengan metode 2 kali pembayaran.

“Kalau bisa dibilang, dia ini korban juga. Ingin memiliki motor yang disukai dengan harga murah, tanpa tahu keaslian suratnya jadi langsung dibeli. Sekarang Moge itu masih kita amankan berikut sepeda motor hasil operasi balap liar lainnya,” ungkapnya.

Pemeriksaan terhadap MZ dan Moge yang dikendarainya sempat viral di dunia sosial. Dalam video yang beredar, terjadi adu argumen antara MZ dan Ipda Rahmat Gunawan soal keaslian STNK. Di mana, saat kejadian pengendara MZ mengklaim bahwa sepeda motornya dibeli lengkap beserta surat kepemilikan asli. (Okezone)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *