3.050 Karyawan di Tangsel Jadi Pengangguran Terdampak Covid-19

  • Whatsapp
BURUH TERANCAM PHK. Sejumlah buruh pabrik tekstil tengah mengerjakan pakaian di PT. Sandang Asia Maju Abadi, Semarang, Rabu (8 Juli 2015). Krisis ekonomi dunia yang belum juga berakhir, jelang Lebaran buruh di Jawa Tengah terancam PHK. Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Kependudukan Provinsi Jawa Tengah mencatat, buruh yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) selama 2015 sudah mencapai 1.091. KORAN SINDO/Budi Arista Romadhoni

WartaTangsel.co – Ribuan karyawan dari sejumlah perusahaan kehilangan pekerjaan akibat pemutusan hubungan kerja (PHK), terkena dampak Covid-19. Angka pengangguran di Tangsel pun menjadi bertambah.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Tangerang Selatan, Sukanta mencatatkan, saat ini sudah 3.050 orang terkena PHK dari 45 perusahaan yang tutup.

Read More

Angka tersebut menambah jumlah pengangguran di Kota Tangsel bersama angkatan kerja yang tercatat mencapai 79 ribu. Dengan demikian, saat ini jumlah pengangguran di Kota Tangsel lebih dari 82 ribu.

Angka itu kemungkinan bisa terus bertambah seiring angka pemutusan hubungan kerja yang terus dinamis di berbagai perusahaan yang terimbas pandemi Covid-19 serta bertambahnya angkatan kerja.

Sukanta menyebut, rata-rata dari para pengangguran yang saat ini terdata merupakan lulusan sekolah menengah atas (SMA). “Lulusan SLTA yang paling banyak,” kata dia.

Untuk mengatasi masalah pengangguran yang kian meningkat, bagi kalangan warga yang terkena PHK, Sukanta mengatakan bantuan Rp 600 ribu melalui kartu pra kerja terus didorong oleh Pemkot Tangsel untuk bisa dimanfaatkan sebaik mungkin.

“Kami mengusulkan lumayan banyak, sekitar 1.895 orang (untuk mendapatkan bantuan lewat kartu pra kerja),” tutur Sukanta dikutip dari Republika.co.id, Sabtu (7/11).

Dia menyebut, sebagian lainnya dari orang-orang yang terkena PHK itu telah beralih profesi, misalnya menjadi tukang ojek daring dan pedagang kaki lima.

Sukanta menambahkan, Pemkot Tangsel juga melakukan pelatihan padat karya yang dilakukan terhadap angkatan kerja guna menekan angka pengangguran secara lebih luas untuk meningkatkan kemampuan dan kapabilitas tenaga kerja. (ya/rpb)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *